Satria Hadi Lubis
Kembali ke artikel

Apa Saja Ciri Anak Yang Durhaka?

·3 menit baca

KASUS anak yang menendang wajah ibunya baru-baru ini di Kabupaten Sambas, Kalbar (16/3/2026) mengingatkan kita kembali tentang pentingnya pendidikan budi pekerti untuk anak-anak kita. Sebab durhaka kepada orang tua bukan hanya tentang memukul orang tuanya. Ia bisa hadir dalam bentuk yang lebih ringan, yang seringkali dianggap sepele. 


Padahal dalam Islam, berbakti kepada orang tua adalah amalan yang sangat agung, bahkan disandingkan dengan tauhid. 


Allah SWT berfirman: “Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun. Dan berbuat baiklah kepada kedua orang tuamu…” (QS. An-Nisa: 36)


Lalu apa saja ciri-ciri anak yang durhaka? 


1.⁠ ⁠Berkata kasar atau menunjukkan kejengkelan

Durhaka tidak selalu berupa bentakan. Sekadar nada tinggi, wajah masam, atau keluhan kecil sudah termasuk durhaka.


“Maka janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan ‘ah’ dan jangan membentak mereka…” (QS. Al-Isra: 23)


Jika “ah” saja tidak boleh, lalu bagaimana dengan kata-kata yang lebih kasar?


2.⁠ ⁠Tidak taat kepada orang tua

Dalam Islam, ketaatan kepada orang tua adalah wajib, selama bukan dalam maksiat.


Rasulullah saw bersabda: “Tidak ada ketaatan dalam maksiat kepada Allah, sesungguhnya ketaatan hanya dalam perkara yang baik.” (HR. Bukhari dan Muslim)


3.⁠ ⁠Menyakiti hati mereka, meski tanpa disadari

Bisa jadi kita tidak bermaksud jahat. Tapi sikap acuh, ucapan dingin, atau kurang perhatian melukai hati mereka.


Rasulullah saw bersabda: “Ridha Allah tergantung pada ridha orang tua, dan murka Allah tergantung pada murka orang tua.” (HR. Tirmidzi)


Maka anak yang sholih selalu bertanya kepada orang tuanya apakah ia menyakiti ayah atau ibunya? Apakah ayah atau ibunya ridho terhadapnya?


4.⁠ ⁠Lebih mengutamakan orang lain daripada orang tua

Teman, pasangan, pekerjaaan, semuanya didahulukan. Sementara orang tua dibiarkan menunggu. Padahal ketika seseorang bertanya kepada Rasulullah saw, siapa yang paling berhak diperlakukan dengan baik? Beliau menjawab: “Ibumu.” (tiga kali), kemudian “ayahmu.” 


“Wahai Rasulullah, siapa yang paling berhak aku perlakukan dengan baik? Nabi menjawab: Ibumu. Lalu siapa lagi? Nabi menjawab: Ibumu. Lalu siapa lagi? Nabi menjawab: Ibumu. Lalu siapa lagi? Nabi menjawab: ayahmu, lalu yang lebih dekat setelahnya dan setelahnya.” (HR. Bukhari)


5.⁠ ⁠Jarang mendoakan orang tua

Kita sering meminta doa mereka tapi lupa mendoakan mereka. Rasulullah saw bersabda bahwa ciri anak yang sholih adalah mendoakan orang tuanya. 


"... anak shalih yang mendoakan kedua orang tuanya.” (HR. Muslim). 


6.⁠ ⁠Menelantarkan orang tua di masa tua

Saat mereka lemah dan sakit-sakitan, justru kita menjauh. Rasulullah saw memperingatkan dengan keras sikap yang demikian. 


“Sungguh terhina, sungguh terhina, sungguh terhina.” Ada yang bertanya, “Siapa, wahai Rasulullah?” Beliau bersabda, ”(Sungguh terhina) seorang yang mendapati kedua orang tuanya yang masih hidup atau salah satu dari keduanya ketika mereka telah tua, namun justru ia tidak masuk surga (karena menelantarkan orang tua di masa tuanya).” (HR. Muslim)


Jadi, durhaka kepada orang tua bukan hanya tentang kekerasan secara fisik, tapi bisa juga dalam hal "kecil" yang berulang hingga menjadi kebiasaan.


Karena itu, sampaikan kepada anak-anak kita tulisan ini...

Juga renungan untuk kita sebagai anak, yang orang tuanya masih hidup...


Hari ini mungkin kita masih punya waktu.

Masih bisa tersenyum kepada mereka,

Masih bisa meminta maaf,

Masih bisa berbakti,

Tapi esok belum tentu....

Jangan tunggu kehilangan…

baru menyadari betapa berharganya mereka.


Maka tanyakan pada diri sendiri :

Apakah sikapku hari ini mendekatkanku ke ridha orang tua atau justru menjauhkan?

Karena bisa jadi…

surga yang kita cari itu dekat,

sedekat langkah kita menuju orang tua dan mencium tangannya.

Bagikan:WhatsApp

Tulisan Lainnya