Satria Hadi Lubis
Kembali ke artikel

Banjir Doa Di Silaturahim Idul Fitri

·2 menit baca

By. Satria hadi lubis
ADA yang istimewa dari silaturahim di hari Idul Fitri. Ia bukan sekadar kunjungan, bukan hanya tradisi saling memaafkan. Di balik jabat tangan yang hangat dan pelukan yang tulus, ada sesuatu yang sering tak terlihat : banjir doa.
Lihatlah, setiap rumah yang kita datangi bukan hanya tempat bertamu, tapi ladang doa yang terbuka lebar.
“Mohon maaf lahir batin…”
“Semoga sehat selalu…”
“Semoga rezekinya lancar…”
“Semoga anak-anak jadi shalih…”
Ucapan-ucapan itu terdengar sederhana. Namun di langit, ia bisa menjelma menjadi doa yang menembus batas, naik dengan tulus dari hati yang bersih setelah Ramadhan.
Idul Fitri adalah momentum ketika hati manusia kembali lembut. Dendam diluruhkan, ego ditundukkan, dan prasangka dibersihkan. Dalam keadaan seperti ini, doa-doa yang keluar dari lisan menjadi lebih jujur, lebih dalam, dan lebih dekat untuk dikabulkan.
Bayangkan, dalam satu hari kita bisa menerima puluhan, bahkan ratusan doa dari keluarga, sahabat, dan tetangga. Doa yang mungkin tak pernah mereka ucapkan di hari-hari biasa. Doa yang lahir karena cinta, rindu, dan keinginan melihat kita bahagia.
Dan sering kali kita tak sadar, justru keberkahan hidup kita setelah lebaran bisa jadi adalah hasil dari doa-doa itu.
Maka jangan remehkan silaturahim.
Jangan anggap ia hanya formalitas tahunan.
Datanglah dengan hati yang hadir.
Ucapkan doa dengan sungguh-sungguh, bukan sekadar basa-basi.
Karena bisa jadi, satu kalimat sederhana yang kita ucapkan hari ini menjadi sebab Allah membukakan pintu kebaikan bagi saudara kita.
Dan sebaliknya, bisa jadi hidup kita berubah karena doa tulus dari orang lain yang kita temui hari itu.
Idul Fitri bukan hanya tentang kembali suci.
Ia juga tentang saling menguatkan dengan doa.
Di tengah langkah kita dari rumah ke rumah, sesungguhnya kita sedang berjalan di antara hujan doa, yang jatuh perlahan, namun menghidupkan jiwa.
Maka, jangan hanya bersilaturahim.
Tebarkan doa, dan jemput keberkahan di dalamnya.
"...dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturahim..." (Qs. 4 ayat 1)

Bagikan:WhatsApp