Jangan Tenggelam Di Semua Panggung
SUATU hari, kita akan menyadari bahwa hidup ini bukan hanya tentang berapa lama kita hidup, tapi tentang peran apa saja yang telah kita jalani dan bagaimana kita menjalaninya.
Kita semua sedang berada di banyak panggung.
Di satu sisi, kita adalah anak yang dituntut berbakti.
Di sisi lain, kita mungkin sudah menjadi orang tua yang dimintai tanggung jawab.
Di tempat kerja, kita adalah pegawai, pemimpin, atau rekan yang harus amanah.
Di masyarakat, kita adalah bagian dari umat yang seharusnya peduli.
Dan di atas semua itu…
kita adalah hamba Allah yang kelak akan dimintai pertanggungjawaban.
Masalahnya, tidak sedikit dari kita yang hadir di semua panggung tersebut tapi tenggelam di semuanya.
Tampak sibuk, tapi kehilangan arah.
Banyak peran, tapi minim tanggung jawab.
Ramai aktivitas, tapi sepi makna.
Padahal Rasulullah saw telah mengingatkan dengan sangat tegas :
"Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya." (HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis ini seperti mengetuk keras hati kita bahwa hidup bukan sekadar menjalani hari, tapi memikul amanah di setiap peran.
Seorang ayah adalah pemimpin di rumahnya.
Seorang ibu adalah pemimpin atas anak-anaknya.
Seorang pekerja adalah pemimpin atas amanah pekerjaannya.
Artinya, setiap panggung peran itu bukan tempat tampil saja, tapi tempat ujian.
Namun kenyataannya, banyak orang ingin terlihat hebat di semua peran, tapi tidak sungguh-sungguh dalam satu pun.
Ingin sukses di pekerjaan, tapi lalai pada keluarga.
Ingin dianggap baik di masyarakat, tapi kosong dalam ibadah.
Ingin terlihat religius, tapi rapuh dalam kejujuran dan amanah.
Akhirnya…
ia hadir di banyak panggung,
tapi gagal di semua panggung.
Padahal Allah SWT telah memberi kita prinsip yang sangat jelas :
"Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kalian mengkhianati Allah dan Rasul, dan (juga) janganlah kalian mengkhianati amanah-amanah yang dipercayakan kepadamu." (QS. Al-Anfal: 27)
Amanah itu tidak selalu besar dan terlihat.Kadang ia hadir dalam hal-hal sederhana, seperti menepati janji, mendidik anak, bekerja jujur, dan menjaga shalat.
Jika hari ini kita belum mampu sempurna di semua peran,
maka jangan sampai kita gagal di semuanya.
Minimal ada satu atau dua panggung yang benar-benar kita jaga.
Karena Islam membuka banyak jalan menuju kebaikan. Rasulullah saw bersabda tentang pintu-pintu surga:
"Barangsiapa yang termasuk ahli shalat, ia akan dipanggil dari pintu shalat. Barangsiapa ahli jihad, ia dipanggil dari pintu jihad. Barangsiapa ahli sedekah, ia dipanggil dari pintu sedekah. Dan barangsiapa ahli puasa, ia dipanggil dari pintu Ar-Rayyan." (HR. Bukhari dan Muslim)
Ini adalah kabar yang menenangkan…
bahwa Allah memberi banyak “panggung kemenangan” kepada kita. Agar siapa pun punya kesempatan untuk berhasil.
Namun, jangan salah memahami rahmat ini. Bukan berarti kemudian kita boleh mengabaikan peran kita yang lain, lalu hanya fokus pada satu hal yang kita sukai.
Karena tujuan kita bukan hanya sekadar lolos di pintu surga, tapi menjadi hamba yang utuh. Menjadi pribadi yang seimbang yang kuat dalam ibadah, hangat dalam keluarga, berintegritas dalam pekerjaan, dan bermanfaat bagi sesama.
Maka sebelum hari itu datang...
hari ketika semua panggung ditutup
dan semua peran dipertanggungjawabkan
Mari kita bertanya dengan jujur :
Di panggung mana aku sedang berdiri hari ini?
Apakah aku sedang menjalankan amanah atau sekadar menjalani rutinitas?