Satria Hadi Lubis
Kembali ke artikel

Kebangkitan Islam Milik Orang-Orang Yang Optimis

·3 menit baca

By. Satria hadi lubis
DALAM setiap masa, selalu ada orang yang pesimis terhadap masa depan umat Islam. Mereka melihat kelemahan umat, konflik di berbagai negeri, krisis moral, dan ketertinggalan di banyak bidang. Lalu mereka berkata dengan nada putus asa, “Umat ini sudah terlalu jauh tertinggal.”
Namun ketahuilah...
Sejarah Islam tidak pernah ditulis oleh orang-orang yang pesimis. Sejarah Islam ditulis oleh orang-orang yang optimis kepada pertolongan Allah.
Ketika Nabi Muhammad saw berdakwah di Makkah, keadaan kaum Muslimin sangat lemah. Mereka disiksa, diboikot, diusir, bahkan sebagian harus hijrah meninggalkan kampung halamannya. Dalam waktu 13 tahun perode Makkah, pengikut Nabi saw hanya seratusan orang. Jika dilihat dengan logika, hampir tak ada tanda bahwa Islam akan menjadi kekuatan besar kelak.
Tetapi Rasulullah saw tidak pernah pesimis. Beliau bahkan pernah bersabda kepada para sahabat ra bahwa suatu hari nanti harta kekayaan Persia dan Romawi akan dibukakan untuk umat Islam, padahal saat itu kaum muslimin jumlahnya masih sangat kecil dan tertekan. Itulah optimisme yang bersandar kepada Allah SWT.
Dan sejarah kemudian membuktikannya. Setelah beliau saw hijrah ke Madinah, pengikutnya terus bertambah mencapai ratusan ribu orang, para sahabat ra. Akhirnya Islam jaya di jazirah Arab, kemudian menyebar hampir ke dua pertiga dunia, termasuk ke Indonesia. Kejayaan Islam terus bertahan hampir 14 abad dan baru terpuruk dengan runtuhnya Khilafah Turki Utsmani (622-1924).
Lalu akankah umat Islam kembali jaya?
Iya...itu pasti! Insya Allah!
Namun kebangkitan Islam tidak akan lahir dari orang yang sibuk mengeluh dan pesimis. Ia lahir dari orang-orang yang beriman dan optimis, terus bekerja membina umat, serta percaya bahwa janji Allah itu benar.
"Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan yang mengerjakan kebajikan bahwa Dia sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa; Dia sungguh akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah Dia ridhoi; dan Dia sungguh akan mengubah (keadaan) mereka setelah berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa. Mereka menyembah-Ku dengan tidak mempersekutukan-Ku dengan sesuatu apa pun. Siapa yang kufur setelah (janji) tersebut, mereka itulah orang-orang fasik." (Qs. 24 ayat 55)
Ayat ini bukan sekadar janji, tetapi juga syarat kebangkitan. Iman dan amal saleh adalah jalan menuju kebangkitan.
Karena itu, orang yang pesimis sering kali hanya melihat masalah. Sementara orang yang optimis melihat peluang untuk berbuat sesuatu.
Orang pesimis berkata, “Umat ini rusak.”
Orang optimis berkata, “Aku harus ikut memperbaikinya.”
Orang pesimis hanya menjadi penonton sejarah.
Tetapi orang optimis menjadi pelaku sejarah.
Kebangkitan Islam di masa depan tidak akan datang dari keluhan, celaan, atau keputusasaan. Ia akan lahir dari orang-orang yang tetap berdakwah dan membina ketika orang lain berhenti. Tetap berbuat baik ketika orang lain menyerah. Tetap percaya pada janji Allah ketika keadaan tampak sulit.
Jika kita ingin menjadi bagian dari kebangkitan umat ini --bukan orang yang digantikan-- maka jagalah satu hal dalam hati kita : optimisme kepada Allah SWT. Sambil terus berjuang membina umat dan memperbaiki kemanusiaan.
Sebab kebangkitan Islam pada akhirnya bukan milik orang yang paling banyak mengeluh. Ia milik orang-orang yang paling kuat harapannya kepada Allah SWT.
"Wahai orang-orang yang beriman! Barang siapa di antara kamu yang murtad (keluar) dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum, (yang) Dia mencintai mereka dan mereka pun mencintai-Nya, dan bersikap lemah lembut terhadap orang-orang yang beriman, tetapi bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad di jalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah yang diberikan-Nya kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Mahaluas (pemberian-Nya), Maha Mengetahui." (Qs. 5 ayat 54)
Bagikan:WhatsApp