Tahan Nafsumu, Walau Kau Tak Dihargai Istrimu
Ada lelaki yang lelah…
Sudah berusaha, tapi tak dianggap oleh istri. Sudah memberi, tapi tak dihargai. Sudah setia, tapi terasa seperti sendiri dalam rumah tangganya.
Lalu datang godaan…
Wanita lain yang seakan mau mengerti, menghargai dan mau mendengar.
Di situlah ujian sebenarnya dimulai.
Bukan saat kau bahagia… tapi saat kau sedang kecewa.
Wahai para suami…
Jangan kau jadikan luka karena merasa tak dihargai istri sebagai alasan untuk berselingkuh. Karena luka tidak pernah menjadi pembenar dosa.
Kau mungkin berkata, “Aku hanya butuh dihargai…”
Tapi dengarlah ini baik-baik :
Manusia memang terbatas dalam menghargai.
Tapi Allah tidak pernah luput menghargaimu.
Setiap kesabaranmu…
Setiap pengorbananmu…
Setiap luka yang kau tahan demi tetap halal…
Semua itu dicatat dengan sempurna oleh Allah.
"Dan bersabarlah kamu; sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar." (QS. Al-Anfal: 46)
Dan ingat…
Kesabaran itu bukan berarti lemah.
Kesabaran adalah kekuatan yang tidak semua orang mampu memilikinya.
Setiap kesabaranmu dalam menahan diri. Setiap godaan wanita lain yang kau tolak. Setiap pesan yang tidak kau balas karena takut kepada Allah. Semua itu bukan sia-sia. Semua itu adalah amal besar yang mungkin tak terlihat manusia, tapi sangat bernilai di sisi Allah.
Rasulullah saw bersabda:
"Sesungguhnya, tidaklah engkau meninggalkan sesuatu karena Allah, melainkan Allah akan menggantikannya dengan yang lebih baik bagimu.” (HR. Ahmad)
Ketahuilah…
Selingkuh itu tidak pernah sederhana. Ia mungkin terasa manis di awal, tapi ia adalah racun yang bekerja perlahan.
Ia merusak hatimu. Menghancurkan kepercayaan. Ia hanya pelarian yang dibungkus kenikmatan sesaat, namun menyisakan kehancuran yang panjang.
Menghancurkan dirimu…
Menghancurkan keluargamu…
Menghancurkan masa depan anak-anakmu…
Dan yang paling berat...
menghancurkan hubunganmu dengan Allah.
Allah telah mengingatkan dengan sangat tegas :
"Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah perbuatan keji dan jalan yang buruk." (QS. Al-Isra: 32)
Perhatikanlah…
bukan hanya zina yang dilarang, tapi segala pintu menuju ke sana juga ditutup.
Maka tahanlah pandanganmu. Tahan chat yang mulai melampaui batas. Tahan keinginan untuk mencari pelarian. Karena hidup ini sangat singkat. Jangan kotori perjalananmu menuju akhirat dengan dosa yang kau tahu akibatnya.
"Dan Allah berfirman : "Kamu tinggal (di bumi) hanya sebentar jika kamu benar-benar mengetahui.” (QS. Al-Mu'minin: 114)
Apakah layak kau gadaikan akhiratmu hanya demi beberapa menit kesenangan dan “merasa dihargai”?
Maka jika istrimu belum mampu menghargaimu, jangan turunkan nilai dirimu.
Naikkan pandanganmu ke langit…
Jangan lagi sibuk mengejar validasi manusia yang terbatas.
Dekatlah kepada Allah...
Bangun dirimu…
Didik anak-anakmu…
Bina keluargamu dengan sabar…
Dan jika kau mampu, berdakwahlah…
Membinalah....ajak orang lain kepada kebaikan.
Alihkan energimu…
Bukan untuk mencari pelarian, tapi untuk menjadi lelaki yang lebih kuat.
Karena lelaki yang kuat bukan yang banyak dipuji wanita, tapi yang mampu menundukkan hawa nafsunya.
Mungkin Allah sedang mengangkat derajatmu melalui ujian ini.
Karena itu, jangan hancurkan kehormatanmu hanya demi kesenangan yang fana.
Sesungguhnya bukan siapa yang paling dihargai manusia yang akan selamat, tapi siapa yang paling menjaga dirinya dari maksiat karena takut kepada Allah yang akan selamat.
"Adapun orang yang takut kepada kebesaran Rabbnya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya, maka sungguh surgalah tempat tinggalnya." (QS. An-Nazi’at: 40–41)