Satria Hadi Lubis
Kembali ke artikel

Tips Kaya Dengan Membayar Zakat Dan Sedekah

·2 menit baca

By. Satria hadi lubis
BANYAK orang berpikir bahwa untuk menjadi kaya seseorang harus menahan pengeluaran, memperbanyak menabung, dan mengumpulkan harta sebanyak mungkin.
Namun Islam justru mengajarkan sesuatu yang tampak berlawanan dengan logika manusia, yaitu cara menjadi kaya adalah dengan memberi.
Membayat zakat dan memberi sedekah sering dianggap sebagai “pengurang” harta. Padahal dalam pandangan iman, keduanya justru cara menumbuhkan harta dan memperluas rezeki.
Allah SWT berfirman:
“Perumpamaan orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada setiap bulir seratus biji. Allah melipatgandakan bagi siapa yang Dia kehendaki.”
(QS. Al-Baqarah: 261)
Ayat ini memberi gambaran yang sangat indah. Satu kebaikan bisa berkembang menjadi tujuh ratus kali lipat. Artinya, ketika seseorang mengeluarkan sebagian hartanya untuk zakat dan sedekah, sebenarnya ia sedang menanam benih rezeki yang kelak akan tumbuh jauh lebih besar.
Rasulullah saw juga menegaskan sebuah prinsip yang sering sulit diterima oleh logika dunia: "Sedekah tidak akan mengurangi harta.” (HR. Muslim)
Secara hitungan matematika mungkin berkurang, tetapi dalam realitas kehidupan justru sering terjadi sebaliknya.
Orang yang rajin memberi sering merasakan hartanya lebih cukup, usahanya lebih lancar, dan kehidupannya lebih tenang.
Mengapa demikian?
Pertama, zakat membersihkan harta. Harta yang bercampur dengan hak orang lain akan terasa berat dan sempit. Ketika zakat dikeluarkan, harta menjadi bersih dan membawa keberkahan.
Kedua, sedekah membuka pintu rezeki yang tidak disangka-sangka.
Allah SWT berfirman:
“Barang siapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberikan jalan keluar baginya dan memberinya rezeki dari arah yang tidak ia sangka-sangka.”
(QS. At-Talaq: 2–3)
Banyak orang mengalami rezeki datang dari arah yang tak terduga setelah mereka gemar bersedekah. Usaha tiba-tiba berkembang, peluang datang, relasi bertambah, atau masalah keuangan terurai dengan cara yang tidak disangka.
Ketiga, sedekah mengundang pertolongan Allah.
Dalam sebuah hadits Rasulullah saw bersabda:
“Allah senantiasa menolong seorang hamba selama hamba itu menolong saudaranya.” (HR. Muslim)
Ketika seseorang membantu orang lain dengan hartanya, sebenarnya ia sedang membuka pintu pertolongan Allah untuk dirinya.
Karena itu para ulama sering memberikan nasihat sederhana, yakni jika ingin kaya, jangan hanya bekerja keras. Belajarlah juga memberi dengan ikhlas.
Keluarkan zakat dengan disiplin. Biasakan
sedekah walau sedikit. Jangan menunggu kaya untuk memberi, karena justru memberi adalah salah satu jalan menuju kekayaan yang diberkahi.
Pada akhirnya, kekayaan dalam Islam bukan sekadar banyaknya angka di rekening. Kekayaan sejati adalah ketika harta cukup, hati tenang, keluarga diberkahi, dan hidup terasa lapang.
Dan sering kali, semua itu bermula dari satu kebiasaan sederhana : membayar zakat dan memperbanyak sedekah.

Bagikan:WhatsApp