Bagaimana Agar Kita Mudah Bahagia?
BANYAK orang mengira kebahagiaan ada di luar dirinya. Mereka menunggu rumah yang lebih besar, mobil yang lebih bagus, jabatan yang lebih tinggi, atau saldo rekening yang lebih banyak. Akibatnya, hidup dipenuhi penantian. Bahagia selalu ditunda.
Padahal kebahagiaan tidak bergantung pada banyaknya nikmat, tetapi pada CARA memandang nikmat. Orang yang mudah bahagia bukanlah orang yang memiliki segalanya. Ia adalah orang yang pandai mensyukuri apa yang dimilikinya. Allah Ta'ala berfirman:
"Jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah nikmat kepadamu." (QS. Ibrahim: 7)
Rasa syukur membuat hati selalu merasa kaya. Sebaliknya, kufur nikmat membuat hati selalu merasa kurang.
Orang yang mudah bahagia juga tidak sibuk membandingkan hidupnya dengan orang lain. Ia lebih sering melihat orang yang berada di bawahnya dalam urusan dunia sehingga hatinya dipenuhi rasa syukur. Rasulullah saw bersabda:
"Lihatlah orang yang berada di bawah kalian dan jangan melihat orang yang berada di atas kalian dalam urusan dunia, karena itu lebih layak (bagi kalian) agar kalian tidak meremehkan nikmat Allah." (HR. Muslim)
Ia juga tidak menggantungkan kebahagiaannya kepada manusia. Pujian tidak membuatnya melambung, cacian tidak membuatnya hancur. Kebahagiaannya bergantung pada kedekatannya dengan Allah.
Semakin dekat seseorang kepada Allah, semakin tenang hatinya. Allah berfirman:
"Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram." (QS. Ar-Ra'd: 28)
Orang yang mudah bahagia juga gemar berbuat baik. Ia membantu sesama, bersedekah, memaafkan, dan menyenangkan hati orang lain. Kebaikan yang ia berikan kepada orang lain justru kembali menghadirkan kebahagiaan di dalam dirinya.
Ia tidak menghabiskan hidup untuk mengejar dunia semata. Ia sadar bahwa dunia hanyalah tempat singgah, sedangkan tujuan akhirnya adalah surga. Karena itu, setiap hari ia berusaha mengumpulkan pahala sebanyak-banyaknya.
Kebahagiaan sejati bukanlah ketika semua keinginan terpenuhi, tetapi ketika hati ridha terhadap takdir Allah, lisan dipenuhi syukur, amal dipenuhi kebaikan, dan hidup dipenuhi harapan akan perjumpaan dengan-Nya.
Maka jika ingin menjadi orang yang mudah bahagia:
1. Dekatkan diri kepada Allah.
2. Perbanyak syukur.
3. Kurangi membandingkan diri dengan orang lain.
4. Perbanyak zikir dan doa.
5. Gemar bersedekah dan berbuat baik.
6. Berdakwah dan membina
7. Ridha terhadap takdir Allah.
8. Jadikan akhirat sebagai tujuan utama kehidupan.
Semakin terpenuhi delapan kebiasaan di atas, semakin mudah kebahagiaan datang.
Jadi, orang yang paling bahagia bukan yang paling banyak hartanya, tetapi yang paling kaya hatinya. Dan hati menjadi kaya ketika dipenuhi iman, syukur, serta keyakinan bahwa apa pun yang Allah tetapkan pasti yang terbaik.
"Bahagia itu semudah membalikkan hati, dari kufur menjadi syukur.
Bahagia itu hati yang selalu bertanya, "Maka nikmat Tuhan manakah yang kamu dustakan?"