Banjir Kebahagiaan
YA ALLAH…
hari ini aku tidak tahu harus berkata apa.
Bukan karena sedih, tapi karena terlalu banyak nikmat yang tak mampu kuhitung.
Hatiku penuh, bahkan terasa meluap seperti banjir yang tak terbendung.....banjir kebahagiaan.
Bukan karena hidupku tanpa masalah.
Bukan karena semua keinginanku terpenuhi.
Tapi karena Engkau membuat hatiku merasa cukup.
Dulu aku mengira kebahagiaan itu ketika semua berjalan sesuai rencana.
Ketika rezeki lapang, urusan mudah, dan hidup terasa ringan.
Namun hari ini aku belajar, kebahagiaan bukan tentang keadaan, melainkan tentang siapa yang mengisi hati ini.
Dan ketika Engkau hadir di dalamnya,
segala yang sempit terasa lapang,
segala yang berat terasa ringan.
Ya Allah…yang Maha Penyayang
betapa sering aku lupa, tapi Engkau tetap memberi.
Betapa sering aku lalai, tapi Engkau tetap menutup aibku.
Betapa sering aku menjauh, tapi Engkau tetap membuka pintu kembali.
Nikmat mana lagi yang bisa kudustakan?
Kadang aku menangis…
tapi bukan karena luka,
melainkan karena tak percaya betapa Engkau begitu baik kepadaku.
Air mata ini jatuh bukan karena dunia,
tapi karena rasa haru...
karena aku sadar, aku yang penuh dosa ini masih Engkau peluk dengan rahmat-Mu.
Ya Allah…ya Robb kami
jika ini yang disebut kebahagiaan,
maka aku tidak akan mencarinya di tempat lain.
Cukuplah Engkau sebagai sumber ketenangan.
Cukuplah Engkau sebagai tempat kembali.
Cukuplah Engkau sebagai alasan aku tetap bertahan.
Ajarkan aku untuk tidak sombong dengan nikmat ini.
Ajarkan aku untuk tidak lalai dalam kelapangan ini.
Karena aku tahu, kebahagiaan sejati bukan hanya saat ini,
tetapi ketika aku tetap dekat dengan-Mu sampai akhir hayat nanti.
Ya Allah…Robb yang Maha Pengasih
jangan Engkau cabut rasa bahagia ini dari hatiku.
Rasa cukup, rasa syukur, rasa dekat dengan-Mu.
Jika Engkau beri aku dunia, jadikan ia jalan menuju-Mu.
Jika Engkau uji aku nanti, jangan Engkau cabut ketenangan ini.
Hari ini aku tersenyum…
bukan karena hidupku sempurna,
tetapi karena aku punya Engkau....ya Allah
Ya Robb…
aku banjir kebahagiaan,
karena aku tahu, aku tidak sendiri.
Aku punya Engkau...ya Allah.