Bersabar Dengan Dinamika Dakwah
ADA muslim yang awalnya begitu semangat berada di barisan dakwah. Ikut majelis ilmu, halaqah, atau liqo' dengan rajin. Namun dalam perjalanannya ia mulai lelah dan bosan. Merasa tidak dihargai. Kecewa dengan sikap sesama aktivis dakwah. Lalu memilih menjauh.
Padahal Allah telah memberi pesan yang sangat dalam dalam Surah Al-Kahfi ayat 28:
“Bersabarlah engkau bersama orang-orang yang menyeru Tuhannya pada pagi dan petang hari dengan mengharap wajah-Nya…”
Para ulama tafsir menjelaskan bahwa ayat ini adalah perintah agar tetap membersamai para da'i dan orang-orang shalih, walaupun penuh ujian dan ketidaknyamanan.
Imam Ibnu Katsir menerangkan bahwa Rasulullah saw diperintahkan untuk tetap bersama orang-orang beriman yang ikhlas, walaupun mereka miskin, sederhana, dan tidak memiliki kedudukan dunia.
Artinya, jalan dakwah memang menuntut kesabaran. Karena yang diuji bukan hanya tenaga, tetapi juga hati. Kadang kita lelah menghadapi manusia. Sudah membantu, tetapi tidak dianggap. Sudah peduli, tetapi disalahpahami. Sudah bertahan, tetapi malah kecewa. Namun ayat 28 surah Al Kahfi ini tidak mengatakan: “Pergilah ketika kecewa.” Allah justru mengatakan: “Bersabarlah.”
Sebab meninggalkan lingkungan baik hanya karena kecewa kepada manusia sering kali menjadi pintu awal jatuhnya hati kepada dunia.
Lanjutan ayat 28 surat Al-Kahfi di atas sangat menggetarkan:
“Dan janganlah engkau mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingat Kami dan menuruti hawa nafsunya.”
Ketika seseorang mulai meninggalkan liqo' dan komunitas dakwah, menjauh dari orang-orang shalih, lalu lebih nyaman dengan dunia, hiburan, dan lingkungan yang melalaikan, sesungguhnya itu tanda yang berbahaya. Karena hati manusia tidak pernah kosong. Jika tidak diisi dengan dzikir dan kebaikan, ia akan dipenuhi kelalaian dan hawa nafsu.
Banyak orang tidak langsung jatuh ke dalam maksiat besar. Semuanya dimulai dari menjauh perlahan dari lingkungan yang mengingatkannya kepada Allah SWT.
Maka jika hari ini kita sedang lelah di jalan dakwah, kecewa di barisan dakwah, atau merasa tidak dihargai dalam perjuangan, jangan buru-buru pergi. Bisa jadi Allah sedang melatih keikhlasan kita. Karena bertahan di tengah orang-orang shalih terkadang lebih berat daripada memulainya.
Sebab belum tentu yang menyelamatkan kita di akhirat nanti adalah banyaknya amal kita, tetapi karena kita memilih tetap bersabar bersama orang-orang yang mengingat Allah SWT.