Satria Hadi Lubis
Kembali ke artikel

Hukum-Hukum Bertetangga Dalam Islam

·2 menit baca

HIDUP bertetangga bukan sekadar berbagi pagar, tetapi berbagi tanggung jawab. Dalam Islam, tetangga memiliki kedudukan yang sangat tinggi, sampai-sampai Nabi Muhammad saw mengingatkan bahwa hubungan dengan tetangga bisa menjadi ukuran kualitas keimanan seseorang.

Bahkan, Malaikat Jibril terus-menerus berwasiat kepada Nabi tentang tetangga, hingga beliau mengira tetangga akan mendapat hak waris.


"Jibril terus-menerus berwasiat kepadaku tentang tetangga, hingga aku mengira tetangga akan diberi hak waris." (HR. Bukhari dan Muslim)


Lalu, apa saja hukum dan adab bertetangga dalam Islam?


1. Tidak Menyakiti Tetangga

Seorang muslim tidak boleh menyakiti tetangganya, baik dengan ucapan maupun perbuatan. Rasulullah saw bersabda:


"Demi Allah, tidak beriman! Demi Allah, tidak beriman! Demi Allah, tidak beriman!" Para sahabat bertanya, "Siapa, wahai Rasulullah?" Beliau menjawab, "Orang yang tetangganya tidak aman dari gangguannya." (HR. Bukhari)


2. Berbuat Baik kepada Tetangga

Kebaikan kepada tetangga adalah perintah langsung dalam Al-Qur’an. Allah SWT berfirman:


"Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun. Dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua, kerabat, anak yatim, orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh..." (QS. An-Nisa: 36)


3. Memuliakan Tetangga

Iman seseorang terlihat dari bagaimana ia memperlakukan tetangganya. Rasulullah saw bersabda:


"Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia memuliakan tetangganya." (HR. Bukhari dan Muslim)


4. Saling Berbagi dan Peduli

Islam mengajarkan untuk tidak hidup sendiri-sendiri. Kepedulian sosial dimulai dari tetangga terdekat. Rasulullah saw bersabda:


"Tidak beriman seseorang yang kenyang sementara tetangganya lapar di sampingnya." (HR. Thabrani)


5. Bersabar atas Gangguan Tetangga

Tidak semua tetangga menyenangkan. Namun kesabaran adalah bagian dari akhlak mulia. Nabi Muhammad saw mengajarkan bahwa orang terbaik adalah yang paling baik kepada tetangganya, bahkan ketika diuji dengan gangguan.


"Sebaik-baik sahabat di sisi Allah adalah yang paling baik kepada sahabatnya, dan sebaik-baik tetangga adalah yang paling baik kepada tetangganya."

(HR. Tirmidzi)


Tetangga adalah ladang pahala yang sering diabaikan. Kita bisa rajin ibadah, tetapi jika masih menyakiti tetangga, maka ada yang perlu diperbaiki dalam iman kita.


Mari jadikan lingkungan sekitar sebagai tempat dakwah akhlak, bukan sumber konflik. Karena bisa jadi, surga atau neraka kita, dimulai dari cara kita memperlakukan tetangga.

Bagikan:WhatsApp