IF YOU DON'T CHANGE, YOU'LL DIE (Jika Tidak Berubah, Kamu Akan Mati)
IF YOU DON'T CHANGE, YOU'LL DIE
(Jika Tidak Berubah, Kamu Akan Mati)
By. Satria Hadi Lubis
SLOGAN ini terkesan keras:
"If you don't change, you'll die."
Jika kamu tidak berubah, kamu akan mati.
Tentu yang dimaksud disini bukan kematian fisik. Karena setiap manusia pasti akan mati, baik berubah maupun tidak berubah. Yang dimaksud disini adalah "kematian" sebelum kematian. Tubuh masih hidup, tetapi semangatnya mati. Jantung masih berdetak, tetapi cita-citanya mati. Usia bertambah, tetapi kualitas dirinya tidak bertambah.
Banyak orang hidup puluhan tahun, tetapi sebenarnya hanya mengulang hari yang sama ribuan kali. Bangun pagi, bekerja, makan, tidur, lalu mengulangnya lagi. Tidak ada perbaikan ilmu, tidak ada peningkatan ibadah, tidak ada pertumbuhan akhlak, dan tidak ada kontribusi yang semakin besar bagi orang lain.
Padahal salah satu hukum kehidupan adalah bahwa segala sesuatu yang berhenti berkembang akan mulai mengalami kemunduran.
Pohon yang tidak tumbuh akan mengering.
Air yang tidak mengalir akan menjadi keruh.
Tubuh yang tidak bergerak akan melemah.
Demikian pula jiwa manusia. Ketika seseorang berhenti memperbaiki dirinya, sesungguhnya ia sedang berjalan menuju kemunduran.
Islam adalah agama perubahan.
Perubahan dari gelap menuju terang.
Perubahan dari kebodohan menuju ilmu.
Perubahan dari kemaksiatan menuju ketaatan.
Perubahan dari kelemahan menuju kekuatan.
Perubahan dari manusia biasa menjadi manusia luar biasa, yang lebih dekat kepada Allah.
Karena itulah Allah SWT berfirman:
"Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sampai mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri." (QS. Ar-Ra'd: 11)
Ayat ini mengandung pesan yang sangat kuat. Jangan menunggu keadaan berubah. Jangan menunggu orang lain berubah. Jangan menunggu lingkungan berubah.
Mulailah dari diri sendiri.
Sebab jika kamu tidak berubah, kamu akan mati.
If you don't change, you'll die.
Banyak orang ingin hidupnya lebih baik, tetapi tidak mau berubah.
Ingin rumah tangganya lebih harmonis, tetapi tidak mau memperbaiki komunikasi.
Ingin anak-anak lebih baik, tetapi tidak mau menjadi teladan.
Ingin karier meningkat, tetapi tidak mau belajar.
Ingin dekat dengan Allah, tetapi tidak mau memperbaiki ibadah.
Mereka menginginkan hasil baru dengan cara lama.
Padahal itu mustahil.
Para ulama salaf mengatakan: "Barang siapa hari ini sama dengan kemarin, maka ia merugi."
Meskipun ungkapan ini bukan hadis Nabi, maknanya sangat selaras dengan semangat Islam yang mendorong pertumbuhan dan perbaikan diri secara terus-menerus.
If you don't change, you'll die.
Jika kamu tidak berubah, kamu akan mati.
Perubahan memang tidak mudah.
Karena perubahan menuntut kejujuran.
Kita harus berani mengakui kelemahan diri.
Mengakui kesalahan.
Mengakui kebiasaan buruk yang selama ini dipertahankan.
Mengakui bahwa mungkin masalah terbesar dalam hidup kita bukanlah lingkungan, melainkan diri kita sendiri.
Namun kabar baiknya, Allah tidak meminta perubahan besar sekaligus. Allah lebih menyukai perubahan kecil yang dilakukan secara konsisten. Rasulullah saw bersabda:
"Amalan yang paling dicintai Allah adalah amalan yang dilakukan terus-menerus, meskipun sedikit." (HR. Bukhari dan Muslim)
Langkah kecil yang dilakukan terus-menerus akan menghasilkan perubahan besar.
Jangan sampai usia bertambah tetapi kualitas diri tetap sama.
Jangan sampai jabatan naik tetapi akhlak tidak naik.
Jangan sampai penghasilan bertambah tetapi ketakwaan tidak bertambah.
Karena sesungguhnya yang hidup bukanlah orang yang sekadar bernapas.
Yang benar-benar hidup adalah orang yang terus bertumbuh, terus belajar, terus memperbaiki diri, dan terus mendekat kepada Allah SWT.
Maka jika hari ini ada sesuatu dalam hidup kita yang perlu diperbaiki, jangan menunda.
Mulailah sekarang.
Sebab jika kamu tidak berubah, kamu akan mati.
If you don't change, you'll die.
Karena kehidupan yang berhenti bertumbuh sedang bergerak menuju kematian.
"Seorang mukmin sejati adalah mereka yang menjadikan setiap hari sebagai kesempatan untuk menjadi lebih baik daripada kemarin, hingga akhirnya bertemu Allah dalam keadaan terus bertumbuh dalam iman, ilmu, amal, dan ketakwaan."