Satria Hadi Lubis
Kembali ke artikel

Jika Pertolongan Allah Itu Terasa Lambat

·3 menit baca

PERNAHKAH kita merasa doa sudah dipanjatkan berkali-kali, tetapi pertolongan Allah belum juga datang? Sudah berusaha, sudah bersabar, sudah menangis di sepertiga malam, tetapi masalah seolah belum juga selesai. Di saat seperti itu, setan akan membisikkan, "Percuma berdoa. Allah tidak memperhatikanmu."


Jangan percaya.

Yang lambat bukan pertolongan Allah, tetapi waktu yang Allah tetapkan belum tiba.

Allah tidak pernah terlambat. Pertolongan Allah selalu tepat waktu.


Bukankah seorang petani tidak marah karena benih yang baru ditanamnya belum berbuah keesokan harinya? Ia tahu setiap tanaman memiliki musimnya. Begitu pula doa. Ada masa menanam dengan doa, ada masa menyiram dengan kesabaran, dan ada masa memanen dengan rasa syukur. Allah SWT berfirman:


"...Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal itu baik bagimu. Dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu buruk bagimu. Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui." (QS. Al-Baqarah: 216)


Sering kali kita hanya melihat hari ini. Sementara Allah melihat seluruh kehidupan kita, bahkan hingga akhirat. Karena itu, Allah mungkin menunda sesuatu bukan karena tidak sayang, tetapi karena kasih sayang-Nya jauh lebih besar daripada keinginan kita.


Para nabi pun pernah merasakan panjangnya penantian. Nabi Ayyub as bertahun-tahun diuji dengan sakit dan kehilangan. Nabi Yusuf as harus merasakan sumur, perbudakan, dan penjara sebelum menjadi penguasa. Nabi Ya'qub as bertahun-tahun menangisi putranya hingga matanya memutih. Namun, ketika pertolongan Allah datang, semuanya berubah dalam sekejap. Karena itu Allah SWT mengingatkan:


"Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan." (QS. Al-Insyirah: 5–6)


Perhatikan ayat ini, Allah Ta’ala tidak mengatakan "setelah kesulitan", tetapi bersama kesulitan. Artinya, di balik setiap ujian sebenarnya Allah sedang menyiapkan jalan keluar, meskipun kita belum mampu melihatnya.


Jangan mengukur kasih sayang Allah dari cepat atau lambatnya doa dikabulkan.

Kadang Allah mengabulkan dengan segera.

Kadang Allah menundanya agar kita semakin dekat kepada-Nya.

Kadang Allah menggantinya dengan sesuatu yang jauh lebih baik.

Dan kadang Allah menyimpannya sebagai pahala yang luar biasa di akhirat.


Tidak ada satu doa pun yang sia-sia.

Maka, jangan berhenti berdoa hanya karena belum melihat hasilnya.

Teruslah berusaha sambil terus mengetuk pintu langit. Teruslah berbaik sangka kepada Allah. 

Teruslah memperbaiki diri, memperbanyak istighfar, bersedekah, dan bertawakal.


Sebagian orang merasa putus asa untuk berdoa karena tak ada balasan dari langit. Lalu berpaling dari doa, bahkan akhirnya tak percaya dengan kekuatan Tuhan. Padahal Allah SWT sedang menjalankan rencana-Nya. Syekh Ibnu Athaillah, dalam Al-Hikam berkata:


"Jangan sampai penundaan pengabulan doa yang disertai dengan keseriusan doa membuatmu putus asa. Allah telah menjamin ijabah-Nya pada sesuatu yang Dia pilihkan untukmu, bukan pada apa yang kau pilihkan untuk dirimu, dan pada waktu yang Dia kehendaki, bukan pada waktu yang kau inginkan."


Ingatlah, ketika pertolongan Allah datang, semua penantian akan terasa sangat singkat. Mungkin hari ini kita belum memahami rencana-Nya. Namun kelak kita akan berkata,


"Ya Allah, ternyata waktu-Mu memang yang paling indah."


Tetaplah yakin. Pertolongan Allah mungkin menurut kita terasa lambat, tetapi sesungguhnya tidak pernah terlambat.

Bagikan:WhatsApp

Tulisan Lainnya