Satria Hadi Lubis
Kembali ke artikel

Kisah Pengorbanan Sahabat Sa’Id Bin Zaid Ra

·2 menit baca

Di antara sahabat Nabi saw yang luar biasa pengorbanannya adalah Sa'id bin Zaid. Beliau termasuk golongan as-sabiqunal awwalun, yaitu orang-orang yang pertama masuk Islam saat dakwah masih penuh ancaman dan tekanan.


Sa’id bin Zaid ra memeluk Islam bukan ketika Islam berjaya, tetapi ketika menjadi muslim berarti siap dihina, disiksa, bahkan dibunuh. Yang lebih berat lagi, keluarganya sendiri banyak yang memusuhi dakwah Rasulullah saw. Ayahnya, Zaid bin Amr, memang dikenal hanif dan menolak penyembahan berhala. Namun lingkungan Quraisy saat itu sangat keras terhadap Islam.


Sa’id dan istrinya, Fatimah binti Khattab, tetap teguh mempertahankan iman mereka walau harus sembunyi-sembunyi. Suatu hari, Umar bin Khattab yang saat itu belum masuk Islam datang dengan penuh kemarahan karena mendengar adiknya memeluk Islam. Umar memukul Sa’id dan adiknya hingga terluka. Namun luar biasanya, mereka tetap mempertahankan keimanan.


Keteguhan itulah yang akhirnya menjadi sebab terbukanya hati Umar ra untuk masuk Islam setelah mendengar ayat-ayat Al-Qur’an.


Sa’id bin Zaid ra juga termasuk salah satu dari sepuluh sahabat yang dijamin masuk surga. Rasulullah saw bersabda:


“Abu Bakar di surga, Umar di surga, Utsman di surga, Ali di surga… dan Sa’id bin Zaid di surga.” (HR. Tirmidzi)


Meski mendapat kabar mulia itu, Sa’id tetap hidup sederhana, rendah hati, dan terus berjihad di jalan Allah.


Beliau ikut berbagai peperangan bersama Rasulullah saw dan kaum muslimin. Hidupnya tidak dihabiskan untuk mengejar kemewahan dunia, tetapi untuk memperjuangkan agama Allah.


Ada pelajaran besar dari kisah beliau:


Kadang mempertahankan kebenaran memang membuat seseorang harus kehilangan kenyamanan, dihina, atau dijauhi manusia. Namun orang yang bertahan di atas iman akan mendapatkan kemuliaan di sisi Allah.


Hari ini mungkin kita tidak menghadapi pedang dan siksaan seperti para sahabat. Tetapi kita tetap diuji untuk istiqamah, diuji dengan godaan dunia, diuji dengan tekanan lingkungan, dan diuji keberanian mempertahankan prinsip Islam. Karena jalan menuju surga memang memerlukan pengorbanan.


Semoga Allah SWT menjadikan kita memiliki keteguhan iman dan semangat pengorbanan sebagaimana Sa'id bin Zaid ra dan para sahabat Rasulullah saw lainnya.

Bagikan:WhatsApp

Tulisan Lainnya