Satria Hadi Lubis
Kembali ke artikel

Memasyarakatkan Tarbiyah, Mentarbiyahkan Masyarakat

·3 menit baca

SALAH satu tantangan dakwah saat ini adalah bagaimana menjadikan tarbiyah tidak hanya berkembang di kalangan terbatas, tetapi juga dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas. Karena itu, kita perlu menghidupkan semangat:


"Memasyarakatkan tarbiyah, mentarbiyahkan masyarakat."


Memasyarakatkan tarbiyah berarti membawa nilai-nilai tarbiyah keluar dari ruang-ruang pembinaan yang terbatas agar dikenal, dicintai, dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Sedangkan mentarbiyahkan masyarakat berarti mengajak masyarakat untuk bertumbuh menuju keimanan, akhlak, dan ketakwaan melalui proses pembinaan yang berkelanjutan.


Sesungguhnya dakwah Islam memang ditujukan untuk seluruh manusia. Allah SWT berfirman:


"Dan Kami tidak mengutus engkau (Muhammad) melainkan kepada seluruh umat manusia sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan." (QS. Saba': 28)


Ayat ini menegaskan bahwa dakwah dan tarbiyah tidak boleh berhenti pada kelompok tertentu. Islam harus hadir di tengah keluarga, sekolah, kampus, kantor, perusahaan, komunitas, pasar, media sosial, dan seluruh ruang kehidupan masyarakat.


Rasulullah saw sendiri memberikan teladan yang sangat jelas. Beliau membina para sahabat secara intensif, namun pada saat yang sama beliau juga hadir di tengah masyarakat. Beliau peduli kepada fakir miskin, membantu yang kesulitan, menjenguk yang sakit, dan menyelesaikan berbagai persoalan umat. Dakwah beliau bukan dakwah yang eksklusif, tetapi inklusif menyatu dengan kehidupan masyarakat.


Karena itu, tarbiyah tidak boleh dipersepsikan sebagai sesuatu yang terisolasi atau hanya milik kalangan tertentu. Tarbiyah harus menjadi milik bersama dan tampil dengan wajah yang ramah, terbuka, dan solutif. Masyarakat mungkin tidak mengenal istilah halaqah, liqo', atau mentoring Islam, tetapi mereka sangat membutuhkan nilai-nilai yang diajarkan dalam tarbiyah: kejujuran, amanah, kepedulian sosial, semangat menuntut ilmu, ketahanan keluarga, bekerja profesional dan akhlak yang mulia.


Namun memasyarakatkan tarbiyah saja tidak cukup. Masyarakat juga perlu ditarbiyah. Sebab kedekatan tanpa pembinaan hanya menghasilkan simpati, tetapi belum tentu menghasilkan perubahan.


Allah SWT menjelaskan salah satu tugas utama Rasulullah saw adalah:


"Dia membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, menyucikan mereka dan mengajarkan kepada mereka Kitab dan Hikmah." (QS. Al-Jumu'ah: 2)


Ayat ini menunjukkan bahwa dakwah bukan hanya mengumpulkan massa, tetapi juga membangun kualitas manusia. Masyarakat tidak cukup hanya dibantu secara ekonomi atau sosial. Mereka juga membutuhkan pembinaan ruhiyah, penguatan akidah, perbaikan akhlak, dan peningkatan ilmu.


Sejarah Islam membuktikan bahwa perubahan besar selalu dimulai dari tarbiyah. Rasulullah saw membina individu-individu pilihan di Makkah, lalu lahirlah keluarga-keluarga yang kuat, kemudian terbentuk masyarakat Islam yang kokoh di Madinah. Peradaban besar tidak lahir secara instan, tetapi melalui proses pembinaan yang panjang dan berkesinambungan. Allah SWT berfirman:


"Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sampai mereka mengubah apa yang ada pada diri mereka sendiri." (QS. Ar-Ra'd: 11)


Karena itu, para aktivis dakwah perlu menggabungkan dua tugas besar sekaligus: memperluas jangkauan dakwah kepada masyarakat dan memperkuat proses pembinaan bagi mereka yang telah tersentuh dakwah.


Jangan hanya sibuk membina orang yang sudah baik, tetapi juga hadir menjangkau mereka yang belum tersentuh. Jangan hanya mengejar banyaknya peserta kegiatan, tetapi juga memastikan adanya perubahan kualitas ke arah yang lebih baik.


Sebab tujuan akhir dakwah bukan sekadar membuat masyarakat dekat dengan gerakan dakwah, melainkan membuat mereka semakin dekat kepada Allah SWT.


Memasyarakatkan tarbiyah agar dakwah menjangkau seluruh umat.

Mentarbiyahkan masyarakat agar umat semakin beriman, berilmu, dan bertakwa.

Itulah jalan yang ditempuh Rasulullah saw dalam membangun generasi dan peradaban umat.

Bagikan:WhatsApp

Tulisan Lainnya