Satria Hadi Lubis
Kembali ke artikel

Pulang Membina, Membawa Bekal Bahagia

·4 menit baca

✍️ By. Satria hadi lubis


ADA kebahagiaan yang lahir bukan karena menerima, tetapi karena memberi. 🤲


Ada kebahagiaan yang tidak berasal dari tepuk tangan manusia, melainkan dari keyakinan bahwa hari itu telah digunakan untuk mengajak orang lain lebih dekat kepada Allah 'Azza wa Jalla.


Itulah kebahagiaan yang sering dirasakan seorang pembina setiap kali pulang dari membina.


Bukan lelah yang paling terasa. Tetapi kebahagiaan. ❤️


Allah Ta'ala berfirman:


"Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal saleh, dan berkata, 'Sesungguhnya aku termasuk orang-orang muslim.'"

(QS. Fussilat: 33).


Tidak ada kemuliaan yang lebih tinggi daripada menjadi orang yang mengajak manusia kepada Allah.

Hati menjadi lebih lapang. Semangat hidup kembali menyala. Ada rasa damai karena hari itu Allah masih memberi kesempatan untuk berbagi ilmu, menguatkan iman, dan mengajak orang lain lebih dekat kepada-Nya. 🌸


Rasulullah saw bersabda:


"Barang siapa menunjukkan kepada suatu kebaikan, maka ia memperoleh pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya." (HR. Muslim)


✨ Bayangkan...


• Setiap shalat yang semakin baik karena pembinaan.

• Setiap tilawah yang semakin rutin.

• Setiap sedekah yang mulai dilakukan.

• Setiap dosa yang ditinggalkan.


Semuanya berpotensi menjadi aliran pahala bagi pembinanya tanpa mengurangi pahala orang yang mengamalkannya sedikit pun.


Banyak orang mengira hanya binaan yang mendapatkan manfaat dari sebuah halaqah, liqo', atau majelis ilmu. Padahal, sering kali pembinanya juga pulang membawa bekal yang jauh lebih berharga.


Saat menyampaikan ayat, hati kita ikut diingatkan.

Saat mengajak orang lain beramal, diri kita sendiri terdorong untuk lebih dahulu mengamalkannya.

Saat menguatkan semangat orang lain, justru semangat kitalah yang semakin bertambah.

Saat mendoakan binaan, tanpa terasa hati kita sendiri menjadi lebih lembut dan lebih dekat kepada Allah. 🤲


Karena itu, membina bukan hanya mendidik orang lain, tetapi juga latihan besar bagi pembina untuk menjaga keikhlasan diri.


Membina bukan sekadar mengajar. Membina adalah proses Allah mendidik dua pihak sekaligus: yang dibina dan yang membina. 🌱


Rasulullah saw juga bersabda:


"Demi Allah, jika Allah memberi hidayah kepada satu orang melalui dirimu, itu lebih baik bagimu daripada unta merah."

(HR. Al-Bukhari dan Muslim).


Artinya, satu orang yang berubah menjadi lebih baik karena sentuhan dakwah kita jauh lebih berharga daripada kekayaan dunia yang paling mahal.


Karena itu...


🌼 Jangan pernah berkecil hati jika yang hadir hanya sedikit.

🌼 Jangan kecewa jika perkembangan binaan terasa lambat.

🌼 Jangan menyerah jika harus mengulang nasihat yang sama berkali-kali.


Allah tidak pernah menilai dakwah dari ramainya peserta, tetapi dari keikhlasan, kesungguhan, dan kesabaran.


Boleh jadi, satu orang yang hari ini kita bina akan menjadi sebab hidayah bagi ratusan, bahkan ribuan orang di masa depan.

Boleh jadi, setiap langkah menuju tempat pembinaan, setiap waktu yang kita luangkan, setiap nasihat yang kita sampaikan, serta setiap doa yang kita panjatkan menjadi tabungan pahala yang terus mengalir hingga hari kiamat.


Allah SWT berfirman:


"Sesungguhnya Kami menghidupkan orang-orang mati dan Kami menuliskan apa yang telah mereka kerjakan serta jejak-jejak yang mereka tinggalkan."

(QS. Yasin: 12).


Jejak dakwah adalah salah satu warisan terbaik yang terus hidup meskipun usia kita telah berakhir. 🌿


Karena itu...


✨ Hadirlah dengan semangat.

🤍 Membinalah dengan ikhlas.

💪 Bertahanlah dengan sabar.


Insya Allah, bukan hanya binaan yang bertumbuh menjadi pribadi yang saleh, tangguh, dan bermanfaat bagi banyak orang. Namun pembinanya pun akan menjadi pribadi yang semakin matang, semakin dekat dengan Allah, semakin kaya pahala, dan semakin layak menjadi penghuni surga-Nya.


Maka setiap kali pulang membina, sesungguhnya kita sedang membawa bekal kebahagiaan.


😊 Bahagia karena masih diberi kesempatan berdakwah.

😊 Bahagia karena masih dipercaya menyampaikan risalah.

😊 Bahagia karena hidup ini menjadi lebih bermakna.


Semoga Allah menjadikan kita pembina yang ikhlas, istiqamah, dan sungguh-sungguh, yang tidak pernah lelah menebar cahaya, hingga kelak dipanggil pulang dengan membawa bekal terbaik: ridha Allah dan surga-Nya. 🤲


Sungguh, tak banyak orang yang diberi kesempatan menjadi jalan hidayah. Maka jika hari ini Allah memilih kita untuk menjadi pembina, jangan pernah menganggapnya sebagai beban. Ia adalah anugerah yang perlu dijaga dengan kesungguhan. 💚


Bisa jadi, kebahagiaan terbesar dalam hidup ini bukanlah ketika kita terkenal di mata banyak orang, tetapi ketika kita terkenal di hadapan Allah SWT karena menjadi sebab semakin banyaknya manusia mengenal-Nya.


"Boleh jadi, amal yang paling ikhlas adalah amal membina. Karena disana tak ada imbalan uang, harta, atau popularitas. Yang ada hanya wajah Allah SWT. Sedangkan amal lain lebih rentan disusupi berbagai bentuk kepentingan dan pamrih." ❤️


📝 Catatan:

Membina adalah aktivitas berdakwah dalam kelompok kecil (mentoring Islam) yang dipimpin oleh seorang mentor (pembina) dan dilaksanakan secara rutin bersama para binaan (mentee). Di berbagai tempat, kegiatan ini dikenal dengan istilah liqo', halaqah, ta'lim, tarbiyah, pengajian, dan lain sebagainya. Membina bukan milik kelompok tertentu; ia adalah metode dakwah yang bersifat universal dengan beragam pendekatan sesuai kebutuhan dan kondisi.

Bagikan:WhatsApp