Shalat Sunnah Yang Tidak Pernah Ditinggalkan Rasulullah
SHALAT SUNNAH YANG TIDAK PERNAH DITINGGALKAN RASULULLAH ﷺ
✍️ By. Satria Hadi Lubis
BANYAK orang berkata, "Itu hanya shalat sunnah." Seakan-akan karena sunnah, maka boleh dikerjakan sesuka hati atau ditinggalkan tanpa penyesalan.
Padahal, ada shalat-shalat sunnah yang begitu dicintai Rasulullah saw hingga hampir tidak pernah beliau tinggalkan, baik ketika mukim maupun saat safar (bepergian).
Di antaranya adalah:
🌿 1. Shalat Witir
Rasulullah saw selalu menutup shalat malamnya dengan witir. Bahkan beliau berpesan:
"Jadikanlah akhir shalat kalian pada malam hari adalah witir."
(HR. Bukhari dan Muslim)
🌿 2. Dua Rakaat Sebelum Subuh (Qabliyah Subuh)
Inilah shalat sunnah yang paling ditekankan. Rasulullah saw bersabda:
"Dua rakaat sebelum Subuh lebih baik daripada dunia dan seluruh isinya." (HR. Muslim)
Bahkan ketika sedang safar pun beliau tetap mengerjakannya.
🌿 3. Shalat Malam (Tahajud/Qiyamul Lail)
Allah memerintahkan Nabi saw:
"Dan pada sebagian malam, bertahajudlah sebagai ibadah tambahan bagimu. Mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji." (QS. Al-Isra': 79)
Aisyah radhiyallahu 'anha menceritakan bahwa Rasulullah saw senantiasa bangun malam hingga kedua kaki beliau bengkak karena lamanya berdiri dalam shalat.
🌿 4. Shalat Rawatib Muakkadah
Rasulullah saw juga sangat menjaga shalat-shalat sunnah rawatib, terutama 12 rakaat dalam sehari semalam. Beliau saw bersabda:
"Barang siapa menjaga dua belas rakaat shalat sunnah dalam sehari semalam, Allah akan membangunkan baginya sebuah rumah di surga." (HR. Muslim)
Shalat sunnah bukanlah tanda kita sudah sempurna. Justru ia menjadi bukti bahwa kita menyadari shalat wajib kita masih penuh kekurangan.
Kelak di yaumil hisab, amalan sunnah akan menjadi penyempurna kekurangan amalan wajib. Karena itu, jangan merasa cukup hanya dengan yang wajib.
Mulailah dari yang paling dijaga Rasulullah saw, yaitu dua rakaat sebelum Subuh, witir setiap malam, lalu perlahan biasakan qiyamul lail dan rawatib.
Seseorang akan semakin dekat kepada Allah bukan hanya karena melakukan yang wajib, tetapi juga karena terus menghiasi hidupnya dengan amalan-amalan sunnah yang dicintai-Nya.
"Barang siapa mendekat kepada-Ku dengan amalan-amalan sunnah, maka Aku akan mencintainya." (Hadis Qudsi, HR. Bukhari)
"Jangan menganggap shalat sebagai beban. Justru Allah menjadikan shalat bagi kita untuk meringankan beban (hidup)."