Setiap Pagi Allah Membangunkanku, Walau Ia Tahu Hari Ini Aku Akan Mengecewakan-Nya
KALIMAT ini menggetarkan sanubari kita. Bukan sekadar rangkaian kata, melainkan cermin dari betapa luasnya samudera kasih sayang Allah yang sering kita balas dengan kedangkalan bersyukur.
Bayangkan... jika kita tahu seseorang akan berkhianat, menyakiti hati kita, atau melanggar janji yang baru saja dibuatnya, apakah kita akan tetap memberinya hadiah? Apakah kita akan tetap menyambutnya dengan tersenyum?
Kemungkinan besar jawabannya tidak. Kita akan menutup pintu untuk menyambutnya.
Namun, Allah Ar-Rahman tidaklah demikian. Dia tahu persis bahwa hari ini mungkin kita akan lalai dalam salat. Dia tahu lidah ini mungkin akan terpeleset membicarakan aib saudara sendiri. Dia tahu mata ini mungkin akan melihat hal-hal yang Dia larang.
Tetapi, apa yang Allah lakukan saat fajar menyingsing?
Dia tetap mengembalikan ruh ke dalam jasad kita. Dia tetap menggerakkan jantung kita untuk berdetak. Dia tetap mengizinkan matahari menyinari jendela kamar kita.
Mengapa Allah tetap membangunkan kita meski Dia tahu kita akan mengecewakan-Nya? Jawabannya hanya satu: CINTA.
Allah sangat mencintai kita hamba-Nya.
Allah mencintai hamba-Nya yang bertaubat. Dia memberikan kita satu hari lagi bukan karena kita pantas, tetapi karena Dia ingin memberi kita waktu untuk kembali ke jalan-Nya. Allah Ta'ala berfirman:
“Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertaubat dan mencintai orang-orang yang menyucikan diri.” (QS. Al-Baqarah: 222)
Setiap helaan napas di pagi hari adalah pesan cinta yang berbunyi:
"Hamba-Ku, Aku tahu apa yang akan kau lakukan, tapi Aku rindu bahwa hari ini kau kembali kepada-Ku."
Betapa banyak pagi yang Allah beri kepada kita, padahal malam sebelumnya kita tidur setelah melakukan dosa.
Betapa banyak kesempatan yang Allah buka, padahal kita berkali-kali menutup hati dari hidayah-Nya.
Kita masih diberi kesehatan, padahal tubuh ini sering dipakai bermaksiat. Kita masih diberi rezeki, padahal syukur kita sangat sedikit. Kita masih diberi keluarga, padahal kita sering lalai menjadi hamba yang baik.
Dan yang paling menyentuh… Allah tidak langsung menghukum kita ketika kita berbuat salah.
“Allah membentangkan tangan-Nya pada malam hari untuk menerima taubat orang yang berbuat dosa di siang hari, dan membentangkan tangan-Nya pada siang hari untuk menerima taubat orang yang berbuat dosa di malam hari.” (HR. Muslim)
Lihatlah kasih sayang Allah…
Kita yang sering melupakan-Nya, tetapi Dia tetap menjaga kita ketika tidur.
Kita yang sering menunda taubat, tetapi Dia tetap membuka pintu ampunan.
Kita yang sering datang hanya saat sedang susah, tetapi Dia tetap mendengar doa-doa kita.
Kadang yang membuat hati ini hancur bukan karena takut pada azab Allah… melainkan karena sadar betapa baiknya Allah kepada kita, sementara kita begitu sering mengecewakan-Nya.
Mungkin hari ini kita masih belum istiqamah. Masih mengulang dosa yang sama. Masih jatuh pada kesalahan yang sama. Tetapi jangan pernah berputus asa. Karena salah satu tipu daya terbesar setan adalah membuat manusia merasa dosanya terlalu besar untuk diampuni. Padahal Allah SWT telah berfirman:
“Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap dirinya sendiri, janganlah berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya.” (QS. Az-Zumar: 53)
Maka, saat pagi datang dan mata kita kembali terbuka, jangan hanya sibuk mengecek ponsel atau memikirkan urusan dunia. Cobalah diam sejenak…lalu katakan dalam hati:
"Ya Allah… aku masih Engkau bangunkan. Padahal Engkau tahu aku masih penuh dosa. Maka jangan biarkan hari ini berlalu tanpa taubat dan ampunan-Mu."
Sebab bisa jadi… hari ini bukan sekadar hari baru. Melainkan kesempatan terakhir yang Allah berikan agar kita pulang sebelum terlambat.