Syarat Untuk Kebangkitan Indonesia
SETIAP tanggal 20 Mei biasanya diperingati sebagai Hari Kebangkitan Nasional. Sebagai bangsa besar, Indonesia bisa menjadi negara yang maju jika syarat-syarat kebangkitan di bawah ini dipenuhi :
1. KEMBALI KEPADA AGAMA DAN AKHLAK
Bangsa yang besar tidak hanya dibangun dengan teknologi, tetapi juga dengan moralitas. Ketika manusia jauh dari Tuhan, maka hawa nafsu akan menguasai kehidupan. Dari situlah lahir korupsi, kezaliman, dan kerusakan moral. Allah SWT berfirman:
"Wahai manusia! Sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dan orang-orang yang sebelum kamu, agar kamu bertakwa." (QS. Al-Baqarah: 2)
Kebangkitan bangsa harus dimulai dari kebangkitan iman dan akhlak. Kemajuan di bidang ekonomi dan teknologi tapi tanpa iman dan akhlak bukanlah kemajuan bangsa yang sesungguhnya. Sebab parsial, semu dan rapuh.
2. MEMILIKI GENERASI YANG CINTA ILMU
Bangsa yang maju adalah bangsa yang serius dalam pendidikan. Pemuda yang malas belajar akan mudah dijajah pemikiran, ekonomi, dan budayanya. Indonesia membutuhkan generasi yang rajin belajar, berpikir besar, dan mau bekerja keras. Rasulullah saw bersabda :
"Siapa yang menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga." (HR. Muslim)
3. MENUMBUHKAN KEJUJURAN DAN AMANAH
Negeri tidak akan maju jika kebohongan dianggap biasa dan amanah diperjualbelikan. Korupsi menghancurkan masa depan bangsa. Jabatan seharusnya menjadi amanah untuk melayani rakyat, bukan alat memperkaya diri. Rasulullah saw bersabda:
“Tidak beriman orang yang tidak amanah.” (HR. Ahmad)
Bangsa yang dipenuhi orang amanah akan lebih cepat bangkit dibanding bangsa yang dipenuhi pengkhianatan.
4. MEMBANGUN BUDAYA KERJA KERAS
Kemalasan adalah musuh kemajuan. Tidak ada bangsa besar yang dibangun oleh orang-orang yang suka bermalas-malasan.
Islam mengajarkan umatnya untuk kuat, produktif, dan tidak bergantung kepada orang lain. Rasulullah saw bersabda:
“Mukmin yang kuat lebih dicintai Allah daripada mukmin yang lemah.” (HR. Muslim)
Indonesia membutuhkan masyarakat yang disiplin, tepat waktu, dan mau berjuang.
5. MENJAGA PERSATUAN DAN UKHUWAH
Perpecahan hanya akan melemahkan bangsa. Musuh akan mudah menghancurkan negeri yang rakyatnya saling membenci. Allah Ta'ala berfirman:
“Dan janganlah kalian berselisih, karena kalian akan menjadi lemah…” (QS. Al-Anfal: 46)
Berbeda pendapat boleh, tetapi jangan sampai menghancurkan persaudaraan dan persatuan bangsa.
6. MELAHIRKAN PEMIMPIN YANG TAKUT KEPADA ALLAH
Pemimpin yang hanya mengejar kekuasaan akan merusak negeri. Tetapi pemimpin yang takut kepada Allah akan memikirkan nasib rakyatnya, bukan yang menipu rakyatnya. Rasulullah saw bersabda:
"Tidaklah seorang hamba yang Allah beri kepercayaan untuk memimpin rakyat, lalu ia mati dalam keadaan menipu rakyatnya, melainkan Allah mengharamkan surga baginya'." (HR. Bukhari dan Muslim)
Indonesia membutuhkan pemimpin yang amanah, jujur, adil, sederhana, dan siap melayani masyarakat di setiap tingkatan kepemimpinan. Karena satu pemimpin baik bisa membawa kebaikan besar bagi jutaan manusia.
7. PEDULI TERHADAP MASA DEPAN GENERASI MUDA
Jika generasi muda rusak oleh narkoba, pornografi, pergaulan bebas, dan budaya malas, maka masa depan bangsa juga akan rusak.
"Dan hendaklah takut (kepada Allah) orang-orang yang sekiranya mereka meninggalkan keturunan yang lemah di belakang mereka yang mereka khawatir terhadapnya. Maka, bertakwalah kepada Allah dan berbicaralah dengan tutur kata yang benar." (QS. An-Nisa: 9)
Karena itu keluarga, sekolah, masyarakat, dan negara harus serius menjaga generasi muda. Jangan biarkan anak-anak kehilangan arah hidup dan kehilangan nilai agama.
8. MEMILIKI SEMANGAT BERKORBAN UNTUK NEGERI
Bangsa tidak akan bangkit jika semua orang hanya memikirkan dirinya sendiri. Kebangkitan sebuah bangsa membutuhkan orang-orang yang rela berkorban waktu, tenaga, pikiran, bahkan kenyamanan pribadi demi kebaikan bersama.
Para pahlawan dahulu memperjuangkan negeri ini dengan pengorbanan. Maka generasi hari ini juga harus memiliki semangat yang sama.
Indonesia saat ini tidak kekurangan orang pintar. Indonesia sedang membutuhkan lebih banyak manusia yang bertakwa, jujur, disiplin, kuat mentalnya, dan tulus berbakti untuk negara. Karena kebangkitan sebuah bangsa dimulai dari kebangkitan manusianya.
“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sampai mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.” (QS. Ar-Ra’d: 11)